
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Mengakhiri konflik bukan berarti pekerjaan membangun perdamaian telah selesai. Pemulihan institusi, hubungan sosial, ekonomi, hingga rasa aman menjadi bagian penting agar masyarakat pascakonflik tidak kembali terjebak dalam kekerasan.
Perspektif tersebut menjadi bahasan utama dalam kuliah umum bertajuk “Peace, Peacebuilding, and Japan’s Cooperation in Peacebuilding” yang digelar Program Studi Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama The Center for Peace, Conflict, and Democracy (CPCD) Unhas, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sistem Politik dan Kebijakan Luar Negeri Jepang, serta sivitas akademika yang memiliki perhatian terhadap isu perdamaian dan kebijakan luar negeri Jepang.
Hadir sebagai pembicara, Prof. Ako Muto, Ph.D., Specially Appointed Professor pada Master of Social Development and Administration Course, Graduate School of Social Design Studies, Rikkyo University, Jepang.
Perdamaian Tak Sekadar Tanpa Kekerasan
Dalam pemaparannya, Prof. Muto mengajak mahasiswa memahami perkembangan konsep perdamaian dari sisi teori hingga penerapannya dalam kerja sama internasional.





