
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Empat guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) menyampaikan Pidato Penerimaan sebelum dikukuhkan secara resmi sebagai anggota Dewan Guru Besar dalam Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas, Selasa (10/02).
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing guru besar memaparkan gagasan ilmiah sesuai bidang keahliannya, mulai dari isu kemiskinan, ketenagakerjaan dan human capital, perilaku konsumen Generasi Z, hingga manajemen keperawatan dan mutu layanan kesehatan.
Guru besar pertama, Prof. Dr. Agussalim, SE., M.Si., mengangkat topik “Kemiskinan: Kutukan Alam atau Buatan Manusia”.
Ia menjelaskan bahwa kemiskinan merupakan persoalan kompleks dengan dimensi yang luas dan determinan yang beragam, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial.
Menurut Prof Agussalim, praktik penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung bersifat parsial, sporadis, artifisial, bahkan politis.
Padahal, kemiskinan harus ditangani secara sistemik, struktural, holistik, komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya cara pandang menyeluruh untuk mengatasi akar kemiskinan sekaligus memberdayakan individu agar mampu membangun masa depan yang lebih baik.





