
Termasuk dapat terintegrasi dan mengakselerasi keberhasilan program-program prioritas Munafri-Aliyah.
“Kalau lanjut, tentu ada hal-hal yang kita inginkan agar lebih mudah meng-capture prioritas Makassar sebagai kota layak huni,” tambahnya.
Tenaga ahli lokal Ramboll Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan close project kerja sama Pemerintah Kota Makassar yang sudah berjalan sejak 2021.
Yuni menguraikan, agenda Ramboll di Makassar nanti mencakup workshop bersama enam dinas terkait, kunjungan lapangan, serta interview dengan Wali Kota untuk menilai sejauh mana MLCP Toolbox bermanfaat bagi Pemkot.
“Tujuan utama kunjungan ini untuk melihat apakah proyek yang sudah berjalan memberi manfaat nyata atau tidak, sekaligus menyusun Sustainment Plan atau rencana keberlanjutan. Karena itu, penting bagi dinas terkait menyiapkan masukan agar ke depan ada penyesuaian sesuai kebutuhan Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Selama empat hari di Makassar, Tim Ramboll akan mengkaji kelemahan dan kekuatan MLCP Toolbox sekaligus mendengarkan evaluasi langsung dari Pemkot Makassar.





