
Ia menegaskan, wilayah pesisir dan kepulauan selama ini menghadapi persoalan mendasar berupa keterbatasan air bersih yang layak dan aman.
Karena itu, pembangunan ARSINUM menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kebutuhan air minum warga dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan,” jelas Munafri.
Sistem ARSINUM menggunakan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang dinilai efektif untuk mengolah air payau hingga asin.
Munafri juga menyoroti persoalan klasik air bersih di Untia yang hampir setiap tahun dikeluhkan warga.
“Kita tahu bahwa Untia hampir setiap tahun menghadapi persoalan air bersih yang tidak pernah tuntas. Karena itu, selain apa yang kita lakukan hari ini, Pemkot Makassar juga mendorong PDAM untuk memaksimalkan dan mengaktifkan kembali jaringan pipa yang sebelumnya sempat tidak berfungsi,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan ARSINUM tidak hanya menjamin akses air bersih, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesehatan warga.





