
Rusli menekankan bahwa pihak pasar tidak akan mengusir pedagang, melainkan melakukan penataan dan menyediakan lokasi yang layak agar ketertiban tetap terjaga.
Salah satu langkah konkret yang sedang berjalan adalah relokasi 44 pedagang di Pasar Pabaeng-baeng ke 59 kios yang telah disediakan.
“Kami dari Perumda Pasar memberikan edukasi bagaimana kita berjualan dengan baik. Tentu di menjelang hari-hari besar itu seperti bulan puasa, banyak pedagang-pedagang musiman yang akan muncul. Mereka kami terima untuk berjualan, kami tidak mengusir, kami memberikan lokasi yang memang ditetapkan,” tegasnya.
Langkah relokasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi bagian depan pasar sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), area parkir yang layak, serta tempat penyelenggaraan event-event pasar yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.
Melalui upaya digitalisasi retribusi dan perbaikan sistem manajerial yang telah mendongkrak deviden perusahaan hingga Rp1,3 miliar di tahun 2025, Perumda Pasar Makassar optimis bahwa pelayanan pasar tradisional selama Ramadan 2026 akan semakin nyaman bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi “Maju Pasarnya, Mulia Kotanya”.





