Lifestyle

Apa yang Terjadi Jika Berhenti Konsumsi Gula Tambahan? Ini Penjelasan Ahli

SOLUSIMEDIA.ID — Mengonsumsi makanan atau minuman manis memang sering terasa menggiurkan. Namun, di balik rasanya yang nikmat, gula tambahan dapat berdampak negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung kerap dikaitkan dengan asupan gula yang tinggi.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh jika seseorang berhenti mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tambahan?

Dikutip dari Kompas.com, Dosen Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), dr. Tisnasari Hafsah, Sp.A(K), M.Kes., menjelaskan bahwa secara fisiologis tubuh manusia sebenarnya tidak membutuhkan gula tambahan.

“Tubuh kita tidak butuh gula, karena bisa membuat gula sendiri, baik yang berasal dari makanan ataupun dari bahan dalam badan sendiri,” ujar Tisnasari saat dihubungi, Senin (29/9/2025).

Ia menambahkan, pada orang dengan kelainan metabolisme tertentu, ada kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi gula dengan baik sehingga lebih mudah mengalami hipoglikemia. Namun pada individu dengan metabolisme normal dan sehat, menghentikan konsumsi gula tambahan umumnya tidak menimbulkan masalah serius.

BACA JUGA  Buka Kapolrestabes Cup, Danny Pomanto Instruksikan Dispora Makassar Perbanyak Event Olahraga

Manfaat Mengurangi Gula Tambahan

Berhenti mengonsumsi gula tambahan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, menurunkan risiko resistensi insulin, serta mendukung pengendalian berat badan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga berpotensi menurunkan risiko penyakit metabolik.

Meski begitu, penting untuk membedakan antara gula alami dan gula tambahan. Gula alami yang terdapat dalam buah dan susu tetap memberikan manfaat karena disertai vitamin, mineral, dan serat.

Batas Aman Konsumsi Gula

Mengacu pada situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), batas konsumsi gula tambahan adalah maksimal 50 gram per orang per hari atau setara dengan sekitar 4 sendok makan.

BACA JUGA  Fasilitas Panjat Tebing BPBD Jadi Daya Tarik Anak-Anak di F8

Artinya, seseorang masih dapat menikmati makanan manis sesekali tanpa harus sepenuhnya menghindarinya, selama tetap dalam batas aman.

Ahli gizi Manaker, dikutip dari Prevention, menegaskan bahwa hidup sehat tidak berarti menolak gula sepenuhnya. Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga keseimbangan dan memahami porsi, terutama bagi individu dengan resistensi insulin.

Ia menyebut, menikmati kue cokelat atau brownies sesekali bukanlah kesalahan, melainkan bagian dari pola makan yang realistis dan berkelanjutan.

Menghentikan konsumsi gula tambahan pada individu sehat umumnya aman dan bahkan membawa manfaat bagi kesehatan metabolik. Namun, kunci utama bukan sekadar berhenti total, melainkan mengelola asupan dengan bijak dan seimbang.

Sebelum melakukan perubahan pola makan yang drastis, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap disarankan.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button