MakassarNews

Aswin Harun: Pilah Sampah dari Rumah Kunci Sukses Penghentian Open Dumping di Makassar

“Kalau masyarakat sudah memilah dari rumah, maka sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah semata, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Lebih lanjut, Aswin menegaskan bahwa penghentian praktik open dumping bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi pemerintah pusat, melainkan menjadi langkah nyata dalam melindungi lingkungan dari dampak pencemaran. Sistem pembuangan terbuka berpotensi menghasilkan gas metana yang memicu pemanasan global, mencemari tanah dan air melalui air lindi (leachate), serta mempercepat penumpukan sampah di TPA.

BACA JUGA  DPRD Rekomendasi LKPJ 2025, Appi-Aliyah Fokuskan Penguatan Pembangunan Kota

Karena itu, pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah menerapkan pengelolaan sampah yang berorientasi pada pengurangan, pemanfaatan kembali, dan pengolahan dari sumber.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari lingkungan rumah tangga, sekolah, perkantoran, kawasan usaha, komunitas, hingga tingkat RT/RW.

Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Semakin banyak rumah tangga yang menerapkan pemilahan sampah, komposting, budidaya maggot, eco enzyme, maupun TEBA, maka semakin kecil pula volume sampah yang harus dikirim ke TPA Tamangapa.

BACA JUGA  Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Inisiatif Yayasan Al Markaz Gelar Maulid Nabi

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button