MakassarNews

Warga Kelurahan Tamangapa Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Mandiri di Makassar

Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin banyak warga yang mulai memilah sampah dari rumah.

Namun di sisi lain, bertambahnya volume sampah organik juga menghadirkan tantangan baru. Kapasitas pengolahan yang dimiliki pengelola lingkungan masih terbatas sehingga belum seluruh sampah organik dapat diolah secara mandiri. Sebagian diolah di lingkungan perumahan, sementara sisanya dibantu oleh pihak lain.

Untuk sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, pengelola menyalurkannya melalui Bank Sampah Unit dan fasilitas dropbox plastik yang tersedia di beberapa titik. Sementara kardus umumnya dijual langsung oleh warga atau dikirim ke Bank Sampah Pusat (BSP) karena keterbatasan ruang penyimpanan di lingkungan perumahan.

BACA JUGA  Penerimaan Jemaah Haji 2026, Kuota Sulsel 9.670 Orang, Embarkasi Makassar Layani 8 Provinsi

Meski telah menunjukkan hasil yang positif, Nirma menegaskan sistem pengelolaan sampah di Cluster Berlian Permata masih terus disempurnakan. Pengolahan sampah organik, menurutnya, membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak menimbulkan bau maupun mengganggu kenyamanan warga.

“Kami belum berani mengatakan sistem ini sudah sempurna. Masih banyak yang harus dibenahi. Yang terpenting bagi kami adalah program ini terus berjalan, warga terus belajar, dan edukasi tidak pernah berhenti,” tutupnya. (*)

Lihat Semua

BACA JUGA  DLH Makassar Perkuat Armada dan Teknologi Pengelolaan Sampah, Pemilahan dari Rumah Jadi Kunci
Previous page 1 2 3 4

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button