MakassarNews

Warga Kelurahan Tamangapa Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Mandiri di Makassar

Ia menuturkan, cikal bakal gerakan tersebut bermula saat kawasan mereka mendapatkan sosialisasi dari pegiat lingkungan Mashud Azikin dalam pembentukan bank sampah kompleks. Sejak saat itu, edukasi terus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pelatihan pembuatan eco-enzyme secara door to door hingga lomba kebersihan antarblok.

Berbagai kegiatan tersebut perlahan membangun kesadaran masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah masing-masing.

Meski demikian, Nirma mengakui membentuk kebiasaan baru bukanlah pekerjaan yang mudah. Edukasi masih terus dilakukan karena belum seluruh warga konsisten memilah sampah setiap hari.

BACA JUGA  Volume Sampah Capai 800 Ton per Hari, DLH Kota Makassar Deklarasikan Perang Terhadap Sampah

“Semangat warga kadang naik turun. Karena itu edukasi harus terus dilakukan supaya kebiasaan ini benar-benar menjadi budaya,” katanya.

Menurut Nirma, kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 memberikan dampak positif terhadap partisipasi masyarakat. Volume sampah organik yang berhasil dipilah dari rumah tangga meningkat cukup signifikan.

Sebelum aturan tersebut diberlakukan, sampah organik yang terkumpul setiap hari hanya sekitar seperempat hingga setengah karung. Kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar dua karung per hari.

BACA JUGA  Aswin Harun: Pilah Sampah dari Rumah Kunci Sukses Penghentian Open Dumping di Makassar

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button