
Upaya yang dilakukan secara konsisten itu membuahkan hasil. Kapasitas pengolahan sampah organik di TPS3R Karebosi meningkat signifikan, dari semula sekitar 150 hingga 200 kilogram per hari menjadi sekitar 600 kilogram setiap hari.
Operasional fasilitas tersebut juga diperkuat melalui dukungan Pemerintah Kota Makassar. Sejak November 2025, Dinas Lingkungan Hidup menempatkan lima tenaga pemilah sampah yang bertugas membantu aktivitas harian di TPS3R Karebosi.
Meski mendapat dukungan tenaga kerja, Fajar tetap mendorong kemandirian sistem ekonomi sirkular. Saat ini, budidaya maggot di TPS3R Karebosi mampu menghasilkan sekitar 30 hingga 50 kilogram maggot setiap hari dengan nilai jual berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
Berbagai inovasi juga terus dikembangkan, mulai dari program penukaran pupa maggot kepada masyarakat hingga pengembangan rumah budidaya maggot berukuran 1 x 2 meter yang mampu mengolah sekitar 80 kilogram sampah organik setiap hari. Inovasi tersebut bahkan telah masuk dalam sistem e-katalog.
Untuk menjaga kualitas pemilahan, Kelurahan Baru juga menyediakan armada khusus pengangkut sampah organik yang beroperasi setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Pola ini diterapkan agar sampah yang telah dipilah warga tidak kembali tercampur saat proses pengangkutan.





