
Pesan itulah yang diterjemahkan TIM NARYA melalui setiap gerakan. Formasi Benteng Rotterdam tidak hanya menjadi pertunjukan visual di hadapan peserta upacara, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan terhadap sejarah dan budaya Sulawesi Selatan yang memiliki hubungan kuat dengan dunia maritim.
Dalam formasi pengibaran Sang Merah Putih tersebut, Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Farel Noviantoro, siswa SMA Negeri 21 Makassar.
Sementara posisi Pembawa Baki dipercayakan kepada Stevani Ayu Supriyadi, siswi SMK SMTI Makassar. Ia menjadi salah satu sosok penting dalam rangkaian prosesi pengibaran, membawa baki yang menjadi bagian dari prosesi penyerahan Sang Merah Putih.
Untuk posisi Cadangan Pembawa Baki, tugas tersebut dipercayakan kepada Ariqah Anala Salsabila dari SMA Negeri 8 Makassar.
Selanjutnya, posisi Komandan Kelompok 8 diemban oleh Aditya Ardhani, siswa SMA Negeri 16 Makassar.
Kehadirannya menjadi bagian penting dalam menjaga komando, ritme, serta ketepatan gerakan pasukan selama prosesi berlangsung.
Tugas sebagai Pembentang Bendera dipercayakan kepada Muhammad Rindra Adya Pratama dari MA Negeri 2 Makassar. Sementara posisi Penggerek Bendera dijalankan oleh Arumi Hafizuddin dari SMA Negeri 17 Makassar.





