
Penguatan tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan kerja sama antara perusahaan asuransi dan penyedia layanan kesehatan, pengelolaan klaim yang lebih efektif, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
Premi Masih Tumbuh
Di tengah tingginya klaim kesehatan, industri asuransi komersial masih mencatat pertumbuhan pendapatan premi.
Berdasarkan data OJK hingga Juli 2026, total pendapatan premi industri asuransi komersial mencapai Rp199,80 triliun atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lini asuransi jiwa. Pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp111,44 triliun, tumbuh 7,76 persen yoy.
Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tercatat Rp88,36 triliun, meningkat 3,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, industri asuransi masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama dari meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan. Namun, tantangan utama industri ke depan adalah memastikan pertumbuhan premi dan perluasan kepesertaan tetap berjalan seimbang dengan kemampuan perusahaan mengelola klaim dan risiko.





