
Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mereka juga didorong berani menyampaikan gagasan kritis, mengembangkan kreativitas, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah maupun berbagai pihak.
“Makassar membutuhkan semangat anak muda untuk berkolaborasi. Kami membutuhkan pikiran-pikiran kritis dari anak muda untuk memastikan pembangunan kota berjalan maksimal,” ujarnya.
Munafri menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi generasi penerus, mahasiswa dapat berperan sebagai penyambung aspirasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah.
Pemkot Makassar pun membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program tersebut, mahasiswa dapat terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat di wilayah Kota Makassar.
Selain menawarkan ruang kolaborasi, Munafri turut memperkenalkan sejumlah fasilitas dan layanan yang disiapkan Pemkot Makassar untuk masyarakat, khususnya generasi muda.
Salah satunya Makassar Creative Hub (MCH) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang untuk mengembangkan potensi, keterampilan, bakat, dan kreativitas.





