
Capaian Program Keluarga Berencana
Mas Rita mengungkapkan, sejumlah indikator keluarga berencana di Makassar menunjukkan capaian positif. Tingkat kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) tercatat 2,01. Sementara angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi atau unmet need berada di angka 3,7, lebih rendah dibandingkan target nasional sebesar 7.
Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) juga telah mencapai 35 persen. Capaian tersebut didukung edukasi dan pendampingan oleh penyuluh, kader, serta pendamping keluarga.
Pendampingan dilakukan sejak calon pengantin, masa kehamilan, persalinan, hingga pengasuhan anak. Pembinaan juga berlangsung melalui kelompok Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.
Dorong Peran Ayah dan Edukasi Remaja
DPPKB Makassar turut mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Masrita menilai peran ayah tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, pendampingan emosional, dan pembentukan karakter anak.
Keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak di tengah fenomena fatherless.





