
Remaja juga menjadi sasaran penting program Bangga Kencana melalui Bina Keluarga Remaja, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta forum Generasi Berencana (Genre).
Edukasi yang diberikan mencakup kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, dan persiapan masa depan. Program ini diharapkan dapat mencegah kehamilan usia sekolah, pergaulan berisiko, penyalahgunaan narkoba, dan tawuran.
Mas Rita menegaskan, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk perilaku remaja. Karena itu, orang tua perlu menjalankan fungsi pendidikan, agama, dan kasih sayang secara optimal.
“Banyak persoalan terjadi karena fungsi keluarga belum berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, pembinaan keluarga tetap penting,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi
Pelaksanaan Bangga Kencana membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah. DPPKB berperan dalam penyediaan alat kontrasepsi, penggerakan masyarakat, dan edukasi, sementara tenaga kesehatan memberikan pelayanan sesuai kewenangannya.
Kolaborasi juga dilakukan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Penyebaran informasi diperluas melalui kader dan penyuluh, baik lewat kunjungan rumah, kegiatan kelompok, saluran digital, maupun pendampingan di wilayah kepulauan.





