
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan munculnya kawasan permukiman kumuh dengan mendorong penanganan sejak dari hulu. Pendekatan tersebut dilakukan melalui perencanaan lingkungan, peningkatan kualitas hunian, hingga pelibatan masyarakat secara terpadu.
Upaya itu dibahas dalam hari kedua sekaligus penutupan Workshop Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Baru Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar di Hotel Mercure Makassar, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan dibuka Kepala Disperkim Makassar, Dr. H. Mahyuddin, S.STP., M.AP., didampingi Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kumuh, Fajrin Hamid Pagarra, S.STP. Workshop tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor untuk membangun strategi pencegahan yang lebih terintegrasi.
Pada hari kedua, materi disampaikan narasumber dari BP3KP Kementerian PKP, Islahuddin, S.T., M.S.P., serta Program RISE Unhas, Dr. Eng. Ihsan, S.T., M.T. Pembahasan menekankan pentingnya mengintegrasikan penanganan lingkungan dengan pembangunan dan peningkatan kualitas perumahan.





