
Dari Limbah Dapur Menjadi Pupuk dan Konservasi Air
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Melalui pelatihan dan praktik langsung, warga diajak mengolah sisa makanan dan limbah dapur menjadi kompos dan pupuk organik.
Tidak sekadar edukasi, kegiatan ini juga memperkenalkan teknologi pencacah sampah organik, sebuah inovasi sederhana yang mempercepat proses pengomposan dan mempermudah masyarakat dalam mengolah limbah sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diedukasi untuk memilah sampah, tetapi juga dilatih mengolah limbah organik menjadi kompos, pupuk, dan pakan ternak. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengatasi penumpukan sampah yang selama ini kerap mencemari saluran air dan lingkungan sekitar.
“Selama ini masyarakat menganggap sampah hanya sebagai sisa, padahal jika diolah dengan benar bisa menjadi sumber daya baru,” ujar Dinil Qaiyimah, ketua tim pengabdi.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga setiap rumah tangga.”
Tim pengabdi menilai, kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah perlu terus diperkuat. Sebab, permasalahan sampah kini telah menjadi salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem, termasuk munculnya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pencemaran sumber daya air.





