
Sementara itu, kebijakan pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan difokuskan pada peningkatan peran investor institusional, penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta dukungan terhadap komitmen Net Zero Emission (NZE) nasional melalui pengembangan taksonomi keuangan berkelanjutan dan sistem registri unit karbon.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah strategis OJK dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
“Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan sangat berkontribusi kepada pertumbuhan,” kata Airlangga.
Airlangga juga menyatakan optimisme bahwa sinergi antara pemerintah, OJK, Bank Indonesia, serta pelaku industri jasa keuangan akan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan pasar, dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Melalui PTIJK 2026, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan di tengah dinamika global, sekaligus memastikan sektor tersebut berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.





