MakassarNews

Melinda Aksa Dorong Setiap RT di Manggala Kelola Sampah dari Sumber

Secara keseluruhan, Kecamatan Manggala memiliki 42 teba dan 17 BSU. Sejumlah kelurahan juga telah mengembangkan pola pengelolaan sampah dengan pendekatan yang berbeda.

Di Kelurahan Borong, misalnya, pengelolaan sampah dikembangkan melalui budidaya maggot dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PLN. Sementara Kelurahan Antang memiliki 30 teba dan satu TPS3R yang menaungi 12 RT, dengan sistem pengelolaan yang tercatat mampu mencapai kondisi nihil pengiriman sampah keluar.

Kelurahan Batua memiliki 27 teba, 10 BSU, dan 13 lokasi urban farming. Kelurahan Bitoa memiliki 15 teba, tiga BSU, serta dua lokasi urban farming. Sementara Biring Romang memiliki 44 teba dan lima lokasi urban farming.

BACA JUGA  JMSI Sulsel Soroti Kelangkaan BBM dan LPG, Sebut Beban Ekonomi Warga Makin Berat

Adapun Kelurahan Bangkala memiliki 43 teba dan mendapat dukungan CSR untuk pengadaan mesin pencacah yang akan dimanfaatkan dalam pengolahan sampah organik.

Melinda juga meminta pengawasan terhadap sumber sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), termasuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, setiap pihak harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button