
Ia menyebut persoalan kelangkaan BBM dan LPG menjadi semakin berat karena terjadi ketika kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan. Belum lagi gangguan pasokan listrik yang turut dirasakan di sejumlah wilayah.
“Ekonomi masyarakat lesu, kini makin diperparah dengan antrean BBM, LPG dan ditambah mati lampu,” pungkasnya.
Ilham berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan pasokan BBM dan LPG. Menurutnya, ketersediaan energi yang normal diperlukan agar masyarakat tidak terus dibebani antrean panjang maupun kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah melakukan langkah percepatan untuk menjaga ketersediaan LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Makassar menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian, termasuk wilayah penyangga seperti Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Pertamina memajukan jadwal penyaluran sekaligus menambah distribusi melalui mekanisme extra dropping hingga 130 persen dari penyaluran normal.
Penambahan pasokan tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan LPG 3 Kg di tingkat pangkalan, terutama di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.





