
Pertamina menyebut peningkatan konsumsi LPG 3 Kg turut dipengaruhi aktivitas sektor pertanian di sejumlah daerah, termasuk Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Aktivitas masyarakat menjelang dan saat momentum Maulid Nabi juga disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kebutuhan.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan percepatan distribusi dilakukan sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan LPG 3 Kg di lapangan.
“Kami melakukan percepatan penyaluran dan extra dropping hingga 130 persen untuk memperkuat pasokan LPG 3 Kg di wilayah yang membutuhkan. Jadwal penyaluran juga kami majukan agar LPG dapat lebih cepat diterima masyarakat melalui pangkalan,” ujar Lilik.
Selain menambah volume, Pertamina juga memajukan jadwal distribusi yang sebelumnya baru direncanakan dilakukan pada waktu berikutnya. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pertamina juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar menggunakan LPG 3 Kg sesuai dengan peruntukannya. Terdapat delapan sektor usaha yang dilarang menggunakan LPG bersubsidi tersebut, yakni usaha batik, peternakan, tani tembakau, jasa las, restoran, perhotelan, binatu, serta usaha tani tanaman pangan bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan.





