
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaru) Kota Makassar meluncurkan inovasi “Railing Besi” (Rekayasa Lingkungan Bentang Pesisir) sebagai upaya memperkuat pengawasan pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan. Program ini menjadi salah satu proyek perubahan yang dirancang untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sekaligus memperkuat implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) Kota Makassar.
Kepala Distaru Kota Makassar, Muh Fuad Azis, mengatakan inovasi tersebut dilaksanakan secara bertahap, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Pada tahap awal, Distaru memfokuskan kegiatan pada identifikasi seluruh bentang pesisir Kota Makassar selama dua bulan. Hingga saat ini, progres pelaksanaannya telah mencapai sekitar 75 persen.
“Ini adalah inovasi yang kami jalankan. Target awal menyelesaikan identifikasi kawasan pesisir sebagai dasar pengawasan dan penataan ruang, setelah itu akan dilanjutkan ke tahap menengah dan jangka panjang,” ujar Fuad, Rabu (22/7).
Fuad menjelaskan, Railing Besi dikembangkan sebagai sistem pengendalian tata ruang berbasis digital yang mampu mendeteksi, memantau, serta memverifikasi indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang, terutama di kawasan pesisir yang memiliki tingkat tekanan pembangunan cukup tinggi.





