
Sementara itu, rasio kewirausahaan pemuda ditargetkan mencapai 17,75 persen. Program tersebut diarahkan untuk menjangkau keluarga berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, pekerja informal, pemuda, perempuan dan anak, penyandang disabilitas, hingga masyarakat pesisir dan kepulauan.
Pada sektor perlindungan kelompok rentan, Pemkot Makassar menetapkan sejumlah indikator kinerja. Salah satunya penanganan terhadap seluruh anak korban kekerasan yang menjadi sasaran pelayanan, sekaligus memperkuat perlindungan sosial dan akses ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas.
Untuk wilayah pesisir dan kepulauan, pelayanan kesehatan diperkuat melalui operasional ambulans laut, dukungan tenaga medis dan paramedis, serta pemeriksaan kesehatan terpadu oleh dokter spesialis sebanyak empat kali dalam setahun.
Pemkot Makassar juga mendorong pengembangan Urban Farming sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan perkotaan. Sebanyak 15 lokasi ditargetkan menjadi lokasi pembentukan kelompok Urban Farming yang akan didukung bibit dan peralatan.
“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pembentukan kelompok, tetapi juga bagaimana kelompok tersebut dapat berkembang secara produktif dan berkelanjutan,” jelas Munafri.





