
Ia menjelaskan arah kebijakan pembangunan Makassar berfokus pada empat pilar utama. Pilar pertama adalah percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan yang diarahkan pada penyediaan dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang terintegrasi dan tangguh terhadap risiko bencana.
“Fokus intervensi dalam pilar ini meliputi peningkatan kemantapan jalan dan konektivitas antarwilayah, revitalisasi serta integrasi sistem drainase untuk mengurangi genangan dan banjir, serta penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi,” ungkapnya.
Pilar kedua adalah pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. Ia menegaskan pembangunan kota metropolitan tetap harus memperhatikan prinsip ekologi agar daya dukung lingkungan tetap terjaga.
“Kebijakan diarahkan pada peningkatan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau, modernisasi sistem pengelolaan sampah menjadi energi atau PSEL, peningkatan kualitas air dan sanitasi, serta penguatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” jelasnya.
Pilar ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Munafri, peningkatan kualitas SDM merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah.





